Pembangunan infrastruktur sangat berepengaruh dalam peningkatan daya saing bangsa Indonesia. Presiden Joko Widodo berupaya terus melakukan percepatan pembangungan infrastruktur, untuk itu dibutuhkan peran swasta untuk turut membangun infrastruktur, baik jalan, bandara, pelabuhan, pengairan maupun pembangkit listrik.

Apalagi, untuk mendukung program tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan APBN, namun juga mendorong partisipasi investasi swasta dan perusahaan BUMN. Kondisi ini tentunya memberikan angin segar bagi para pelaku bisnis konstruksi nasional. Diprediksikan, industri bisnis konstruksi akan menjadi bisnis yang cukup menjanjikan.

PT Yasa Patria Perkasa, sebagai salah satu pemain di industri ini ikut terpanggil untuk mensukseskan program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pemerintah.

Bagaimana kiprah PT Yasa Patria Perkasa, dalam kancah bisnis konstruksi, berikut petikan wawancara dengan Operational Director Yasa Patria Perkasa, Kurnia Henry Yuanto di kantornya yang berada di Gedung Granadi, Jakarta Selatan.

Bagaimana anda melihat perkembangan bisnis di Industri Jasa Konstruksi di Indonesia saat ini?
Seperti yang kita tahu, pemerintah begitu gencar menggaungkan pembangunan infrastruktur. Kita sebagai pelaku bisnis di inddustri ini, tentunya menyambut positif program pemerintah ini, apalagi pemerintah juga telah menghimbau untuk mengikutsertakan swasta dalam pembangunan infrasturktur. Maka kita optimis bahwa ke depan ini akan terjadi pertumbuhan pasar di bidang jasa konstruski yang cukup signifikan.

Kalau Anda melihat kondisi saat ini, jenis jasa konstruksi yang seperti apa yang paling diminati?
Kalau kita sendiri, Yasa Construction merupakan perusahaan yang bergerak sebagai general contractor. Artinya semua SBU itu kita ada. Mulai dai Bangunan Air, Lapangan Terbang, Pelabuhan, Perumahan, Gedung kemudian Jalan dan Jembatan kita memiliki kemampuan dibidang jasa konstruksi tersebut. Soal jenis konstruksi seperti apa yang palung diminati oleh Yasa Construction, saya kira kita minat untuk semua bidang tersebut, karena kita memiliki kemampuan untuk itu semua.

Dengan kondisi pertumbuhan bisnis jasa konstruksi yang saat ini tejadi, bagaimana dengan dukungan dari pemerintah?
Memang dalam rangka percepatan pembangunan infrasturktur, upaya pemerintah sendiri sudah cukup bagus, terutama dalam upayanya menutup kekurangan pendanaan, Sebelumnya sumber dana yang di dapat pemrintah itu hanya berasal dari APBN. Sekarang pemerintah sudah membuka sumber dana lain, yakni dana non-APBN. Jadi semangat dari pemerintah sendiri sudah diikuti langkah-langkah real untuk mengakselarasi program-program pembangunan infrastuktur dari pemerintah.

Lalu bagaimana dengan persiapan Yasa Construction untuk menjawab tantangan pasar yang tumbuh dengan cepat tersebut?
Jadi kita sendiri juga sudah mengatisipasi terhadap pertumbuhan maupun percepatan pembangunan dari infrastruktur itu sendiri. Langkah awalnya adalah dengan memperkuat sumber daya manusia, sumber daya alat, sumber daya uang dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan.

Seperti apa upaya memperkuat SDM yang dilakukan Yasa Construction sendiri?
Dalam hal perkuatan sumber daya manusia, Yasa Construction melakukan beberapa hal diantaranya: Pertama, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang sudah ada. Kedua, melakukan penambahan sumber daya manusia guna memenuhi kebutuhan palaksanaan proyek yang sudah diproyeksikan ke depan.

Bagaimana dari segi peralatan?
Dari segi peralatan, Yasa Construction juga telah melakukan penambahan dan peremajaan unit alat yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proyek-proyek ke depan.

Lalu bagaimana dari segi keuangan?
Dalam hal keuangan sebagai sumber pembiayaan proyek selain berasal dari modal sendiri, juga mendapatkan sumber pembiayaan dari bank dan penerbitan MTN (medium term note)

Apa yang dimaksud dengan penguatan sumber daya lainnya?
Yasa Construction membuat unit prodyksi untuk memenuhi sendiri kebutuhan materialnya. Kita membangun unit produksi pre cast di kawasan Tambun, Bekasi. Unit produksi yang berlokasi di Tambun ini 80 persen berfungsi untuk mensupport kebutuhan material pre cast untuk kebutuhan proyek-proyek kita sendiri yang berada di Jabotabek, Jawa, Sumatera, Kalimantan. Sementara 20 persennya baru kita pasarkan. Jadi semua material pra cetak sudah bisa kita cetak sendiri. Selain itu kita juga mempunyai unit produksi hot mix dan beton. Unit-unit produksi tersebut mampu memperkuat daya saing kita.

Material apa saja yang diproduksi di unit produksi pre cast tersebut?
Di unit produksi tersebut kita memproduksi Box Girder, Corrugated concrete sheet pile (CCSP), Concrete Pile (tiang pancang), Girder, Barrier precast dan produk-produk pre cast yang lain.

Sebagai kontraktor, apakah Yasa Construction memiliki metode pelaksanaan khusus dalam melaksanakan proses pembangunan suatu proyek?
Untuk pekerjaan proyek pada umumnya kita tidak mempunyai metode pelaksanaan khusus. Untuk pekerjaan jalan layang yang menggunakan metode pra cetak, kita bisa memproduksi kebutuhan material-material pra cetaknya dan bisa memasangnya sendiri. Sebagai contoh; kebutuhan segmental box girder diproyek jalan layang Kapten Tendean - Blok M - Cileduk kita produksi sendiri di unit produksi Tambun, serta kita pasang dengan menggunakan launcher gantry kita sendiri.

Dalam melakukan sebuah proyek pembangunan, apakah Yasa Construction juga membuka peluang untuk bekerjasama dengan perusahaan sejenis?
Iya tentu, meski kita memiliki kemampuan untuk mengerjakan sebuah proyek, namun kita tetap membuka peluang untuk melakukan kerjasama dengan rekan-rekan kontraktor yang lain.

Jadi Anda optimis bahwa tahun 2017, industri jasa konstruksi akan tumbuh dan berkembang dengan baik?
Kita sangat optimis bahwa tahun-tahun mendatang industri jasa konstruksi akan tumbuh signifikan. Dengan penguatan-penguatan internal yang sudah kita lakukan, Yasa Construction siap berpartisipasi dalam program-program pembangunan pemerintah.