Seiring dengan pesatnya perkembangan pembangunan ibukota, Jakarta masih harus berpacu untuk mengatasi berbagai problematika, khususnya terkait dengan lingkungan dan transportasi. Menyikapi hal ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah strategis, yakni membangun sistem transportasi masal sebagai salah satu program unggulan (dedicated programme).

Pembangunan jalan layang khusus busway merupakan salah satu wujud pelaksanaan program unggulan tersebut. Koridor Kapten Tendean - Blok M - Cileduk (Koridor 13) merupakan penambahan dari 12 koridor yang sudah ada dan sudah beroperasi.

Dalam rangka menunjukan keseriusan dari Pemprov DKI Jakarta, telah menunjuk Dinas Bina Marga untuk membangun jalan layang khusus busway tersebut.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta sendiri telah menunjuk beberapa kontraktor melalui proses lelang dalam pembangunan jalan layang tersebut salah satunya PT Yasa Patria Perkasa, yang akan mengerjakan Paket Santa sepanjang 1.052 meter.

Jalan yang memiliki lebar efektif 8 meter dan ketinggian rata-rata 12 meter, akan dilengkapi dengan dua belas halte di jalur yang akan dijadikan Koridor 13 Transjakarta.

Kedua belas halte tersebut diantaranya Halte Universitas Budi Luhur, Halte Kebayoran Lama, Halte Mayestik, Halte CSW, Halte Tirayasa, Halte Rawa Barat dan Halte Trans TV.

Pengerjaan paket jalan layang Kapten Tenderan - Blok M - Cileduk yang dikerjakan Yasa Patria Perkasa ini, dilakukan dengan menggunakan Box Girder pra cetak dan metode konstruksi Ballanced Cantilever. Metode tersebut dipilih, agar pelaksanaan pekerjaan jalan layang tersebut tidak mengganggu lalu lintas yang berada dibawahnya untuk waktu yang lama.

Hariyo Agung Nugroho, Pimpinan Proyek Jalan Layang Kapten Tendean - Blok M - Cileduk mengatakan, bahwa pembangunan jalan layang ini praktis tidak ada kendala yang berarti. Kita cukup diuntungkan dengan posisi tiang pondasi yang berada di tengah badan jalan. Sehingga tidak banyak mengganggu arus lalu lintas di wilayah jalan Kapten Tendean dan Jalan Wolter Monginsidi.

Hanya saja, di beberapa titik terutama di area halte, kita memang harus memasang pondasi di area trotoar. Namun dengan melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti PLN, Telkom, PDAM, sehingga kendala yang ada dapat ditangani selama proses pembangunan.