Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pelaksanaan proyek Fly Over Manahan Solo, Kamis (19/7/2018). Proyek ini diharapkan tuntas pada Oktober 2018.

“Apresiasi kami berikan kepada PT Yasa Patria Perkasa atas progres pekerjaan hingga saat ini dan kami tekankan untuk mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” kata Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Pembangunan flyover dengan panjang 600 meter dan lebar 9 meter itu menelan biaya sebesar Rp 43,05 miliar. Keberadaannya diharapkan mampu mengurangi kemacetan akibat perlintasan sebidang rel kereta Solo-Yogyakarta serta memperlancar arus kendaraan dari Jalan Adi Sucipto dan Jalan MT Haryono ke arah Jalan Dr Moewardi dan sebaliknya.

Konstruksi Fly Over Manahan menggunakan teknologi Corrugated Mortar Busa yang merupakan hasil pengembangan dari penelitian yang dilakukan oleh Pusjatan Balitbang PUPR.

Proyek Fly Over Manahan Solo sendiri telah dimulai sejak Februari 2018 dan diharapkan akan selesai bulan Oktober 2018 di mana sebagai pelaksana proyek adalah PT Yasa Patria Perkasa – PT Virama Karya KSO dengan konsultan proyek adalah PT Anugerah Kridapradana – PT Disiplen Consult KSO.