Perseroan Terbatas ini lahir pada tanggal 10 April 1981 dengan nama PT Yala Perangkasa International. Kemudian pada 10 Mei 1981, perusahaan ini berganti nama menjadi PT Yala Perkasa International. Pada 30 November 1988, nama perusahaan kembali berubah seperti yang dikenal saat ini, yakni PT Yasa Patria Perkasa (Yasa).

Pada 10 April lalu, PT Yasa genap berusia 36 tahun. Sebuah usia yang cukup panjang bagi perjalanan sebuah perusahaan. PT Yasa matang oleh pengalaman, termasuk tempaan dari berbagai tantangan dan hambatan yang muncul sejak berdirinya.

"Tetapi Alhamdulillah, hingga saat ini PT Yasa masih kokoh berdiri sebagai salah satu perusahaan konstruksi swasta nasional yang diperhitungkan," ujar Direktur Utama PT Yasa Patria Perkasa, Muhammad Ali Reza dalam peringatan HUT ke-36 PT Yasa Patria Perkasa di Mekarsari beberapa waktu lalu.

Sepak terjang PT Yasa di bisnis konstruksi sejak tahun 1981, mengalami beberapa fase penting dalam era pengelolaannya. Pada awal berdirinya, PT Yasa fokus pada satu core business saja, yaitu: konstruski. Saat ini, Yasa terus bergerak maju. Yasa mulai melebarkan ekspansi bisnisnya dengan merambah sektor properti.

Puluhan tahun malang melintang di indrustri konstruksi, PT Yasa banyak menorhekan prestasi. Pun sebaliknya, perusahaan ini juga pernah mengalami pasang surut kinerja selama beberapa tahun, seiring dengan perubahan faktor eksternal maupun internal yang mempengaruhi kinerja perusahaan.

Meski demikian, PT Yasa tetap melangkah maju. Ali Reza meyakinkan, bahwa dirinya bersama jajaran direksi lainnya terus bertekad untuk lebih giat, penuh kereativitas dalam mengelola dan pengembangan bisnis perusahaan.

"Kita yakin dengan kerja keras disertai pemikiran-pemikiran yang inovatif dan dukungan seluruh jajaran manajemen dan karyawan di perusahaan, semua permasalahan yang ada akan mampu diatasi dengan baik," ujarnya optimis.

Ali Reza mengatakan, pihaknya patut bersykur bahwa pada tahun ini, kontrak kerjasama dengan pihak ketiga mengalami kenaikan. Meski tidak diiringi dengan kenaikan kinerja keuangan perusahaan per Desember 2016, namun pihaknya harus tetap bermawas diri.

"Kata kunci untuk terus bertahan dan berkembang di masa mendatang adalah dengan meningkatkan kompetensi, creativity, achievement orientation, sehingga menimbulkan competitiveness atau daya saing." ujarnya.

Ia menjelaskan, competitiveness menuntut kerja keras. Tanpa kerja keras, pemikiran yang kreatif dan inovatif dari seluruh elemen, mustahil daya saing perusahaan dapat tercapai. "Seluruh jajaran manajemen dan karyawan PT Yasa harus selalu bekerja keras, disiplin, mengembangkan pola pikir yang kreatif dan inovatif."

Muhammad Ali Reza, menuturkan tentang budaya perusahaan. Dimana Yasa dikelilingi oleh insan yang terbaik sesuai dengan budaya Yasa yang selalu ingin menjadikan perusahaan terdepan.

Yasa memiliki budaya: Bekerja Cerdas (Selalu menerapkan sesuatu yang baru), Efektif (Selalu berbuat sesuai kesepakatan dan janji), Sehat (Selalu saling menghargai hak dan kewajiban dalam hubungan bisnis), Terkemuka (Selalu memberikan pelayangan dan hasil terbaik). "Kami menerapkan budaya ini sebagai landasan berperilaku dalam melaksanakan tugas sehari-hari sehingga seluruh insan Yasa selalu bahu membahu dengan bahasa dan sikap yang sama dalam berkiprah menjalankan tugas mencapai cita-cita perusahaan," tandas Muhammad Ali Reza.